Rabu, 13 November 2019

Cara Menggosok Gigi dengan Benar


Cara Menggosok Gigi dengan Benar 

 


Tujuh tahap menyikat gigi

Seperti yang dilansir oleh Hello Sehat, setelah menyikat lidah, tahapan menyikat gigi adalah sebagai berikut:

1. Letakkan bulu sikat gigi pada permukaan gigi dekat tepi gusi dengan posisi membentuk sudut 45 derajat. Mulailah menyikat gigi geraham atas atau gigi belakang di salah satu sisi mulut. Sikatlah dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah selama sekitar 20 detik untuk setiap bagian.

2. Sikat setiap bagian gigi, mulai dari bagian gigi yang biasa dipakai untuk mengunyah, gigi yang dekat dengan pipi dan lidah. Pastikan semua permukaan gigi sudah disikat, sehingga plak atau sisa makanan yang menempel di gigi bisa hilang.

3. Untuk membersihkan permukaan dalam gigi depan, pegang sikat gigi dalam posisi vertikal atau gunakan ujung kepala sikat gigi, lalu sikat dengan gerakan melingkar dari tepi gusi sampai atas gigi. Lakukan gerakan ini berulang sebanyak 2-3 kali.

4. Ubah pola menyikat gigi jika diperlukan. Kadang, menyikat gigi dengan cara yang sama membuat ada bagian gigi lain terabaikan.

5. Jika menyikat gigi dimulai dari bagian geraham atas, maka sikatan akhir pada gigi geraham bawah. Durasi waktu untuk menyikat gigi seluruh bagian sekitar 2-3 menit dan baru setelah itu kumur-kumur hingga gigi bersih.

6. Jangan menyikat gigi terlalu keras atau terlalu memberi tekanan pada gigi karena ini akan menyakitkan gigi dan gusi. Terlalu keras menyikat gigi sebenarnya tidak membantu membersihkan gigi lebih baik juga. Justru, hal ini dapat menyebabkan permukaan luar gigi (enamel) terkikis dan ini adalah asal mula dari gigi sensitif.

7. Menyikat gigi dengan gerakan lurus (bukan melingkar) bukanlah cara yang efektif dalam membersihkan gigi. Menyikat gigi dengan gerakan lurus dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada gusi.
Foto: CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani

Bagaimana mengetahui gigi sudah bersih setelah disikat?

Setelah sikat gigi, untuk mengetahui jika gigi telah bersih adalah dengan merasakan gigi sendiri. Caranya mudah sekali. Raba gigi dengan lidah, apakah sudah halus atau belum. Permukaan gigi yang halus artinya gigi sudah bersih. Namun, jika permukaan gigi masih terasa kasar, itu berarti masih ada sisa plak yang menempel pada gigi. Untuk itu, pastikan seluruh permukaan gigi sudah disikat.

Selain memperhatikan tahapan membersihkan gigi, seiring dengan perkembangan jaman, sikat gigi pun tampil dalam berbagai model. Sejak pertama kali diciptakan pada 1930-an, desain sikat gigi modern telah mengalami perbaikan dan improvisasi. Dan, pada tahun 1990-an, muncul sikat gigi elektrik yang jadi jawaban bagi mereka yang malas menggosok gigi.

Sebagai perbandingan, berikut adalah perbandingan antara sikat gigi biasa dan elektrik. 

Sikat gigi biasa

Keuntungan

1. Efektif membersihkan gigi, jika dilakukan dengan teknik yang tepat.

Menyikat gigi sampai benar bersih hanya membutuhkan waktu dua menit dan kebersihan mulut dan gigi yang optimal bisa tercapai hanya dengan sikat gigi biasa. Tidak perlu khawatir akan tindakan keliru karena semuanya dikendalikan secara manual.

Tekanan saat menggenggam sikat gigi diatur sendiri sehingga tekanan pada gigi tidak berlebihan dimana tekanan yang berlebihan pada gigi dapat mengikis lapisan enamel gigi, menyebabkan rasa sakit, peningkatan sensitivitas gigi, dan peningkatan risiko pembusukan gigi.

2. Murah dan praktis

Dengan sikat gigi manual, yang dibutuhkan untuk menjaga higienis sikat itu sendiri hanyalah perlu penutup kepala sikat dimana beberapa produk sikat gigi manual di pasaran sudah dilengkapi dengan fitur ini.

Sikat gigi manual tergolong murah dan dapat diperoleh di mana saja. Yang harus diingat hanya sikat gigi rutin diganti setiap tiga bulan sekali.

3. Banyak variasi produk

Sikat gigi manual tersedia dalam beberapa pilihan model dengan beragam fungsi, jenis bulu sikat, bentuk kepala, hingga warna yang bebas anda pilih sesuka hati. Pemilih bulu sikat gigi yang halus lembut untuk gigi sensitif, dan kepala sikat yang kecil jika mulut kecil. Beberapa merek sikat gigi manual pun menyediakan versi anak-anak dari fungsi dan model yang sama.

Kekurangan

1. Perlu tenaga dan waktu ekstra

Sikat gigi manual bergantung pada penggunanya untuk bisa efektif membersihkan plak di gigi. Selain harus memahami benar teknik menggosok gigi yang efektif, ada usaha untuk menggerakkan sikat bolak-balik di dalam mulut hingga gigi bersih. Yang jadi masalah, terkadang karena diburu waktu, mengosok gigi pun sekedarnya saja sehingga tidak bersih.

2. Selain itu, menggunakan sikat gigi manual, penggunanya harus mengira-ngira berapa lama waktu menyikat gigi. Terlalu lama berisiko gusi berdarah dan gigi rusak akibat pengelupasan enamel.

Sikat gigi elektrik

Keuntungan

1. Cocok untuk anak-anak dan orang yang memiliki keterbatasan gerak

Dengan sikat gigi elektrik, yang harus dilakukan hanya dengan memposisikan sikat pada sudut 45 derajat dan biarkan sikat bekerja dengan sendirinya.

Sikat gigi elektrik dapat menjadi alat yang memudahkan rutinitas harian bagi orang-orang yang memiliki kesulitan menggunakan tangan mereka, misalnya untuk golongan manula dan mereka yang memiliki arthritis atau jika dokter menyarankan penggunaan sikat gigi elektrik karena dianggap sikat gigi manual tidak maksimal.

2. Efektif mengurangi plak dan gingivitis

Dibandingkan dengan sikat gigi biasa, sikat gigi elektrik terbukti ampuh mengurangi plak 21 persen lebih banyak dan menurunkan risiko gingivitis (radang gusi) hingga 11 persen — sekaligus meningkatkan kesehatan gusi — setelah 3 bulan penggunaan rutin terutama jika menggunakan sikat gigi elektrik yang menggunakan fitur rotation oscillation (bulu sikat berputar sekaligus bolak-balik).

3. Ada timer dan tidak perlu menggosok terlalu keras agar lebih bersih

Menyikat gigi dengan sikat elektrik, kelembutan tekanan pada gusi dan gigi bisa diatur. Waktu membersihkan gigi juga bisa diatur. Banyak dari produk sikat gigi elektrik yang memiliki fitur built-in timer yang akan menghentikan perputaran sikat secara otomatis begitu waktu habis.

Dengan begitu, risiko menyikat terlalu lama dan terlalu keras yang justru merusak gigi dapat dihindari.

Kekurangan

1. Harga mahal

Harga gigi elektrik jelas lebih mahal dibanding sikat gigi biasa. Kepala sikat gigi elektrik juga perlu diganti sesering mungkin, sama seperti sikat gigi manual. Repotnya, banyak dari kepala sikat gigi elektrik cadangan ini dijual terpisah. Jadi, bersiaplah untuk menyediakan biaya tambahan.

Selain itu, alat ini termasuk peralatan yang ringkih. Penggunaan harus hati-hati karena jika onderdil rusak, biaya reparasinya pun mahal.

2. Tidak praktis

Sikat gigi elektrik cenderung memiliki ukuran yang lebih besar sehingga sulit disimpan dalam tas atau koper saat bepergian. Selain itu, baterai harus selalu disiapkan sebagai cadangan darurat dan tidak boleh lupa membawa charger kemana pun sikat gigi dibawa.

3. Meningkatkan jumlah bakteri dalam darah

Beberapa studi menemukan bahwa menggunakan sikat gigi elektrik dapat meningkatkan jumlah bakteri dalam aliran darah, melebihi sikat gigi manual. Tentu saja, hal ini tidak akan menimbulkan risiko bagi orang-orang yang sehat dan memiliki kekebalan tubuh prima. Tapi, bisa meningkatkan kemungkinan risiko memperoleh infeksi berpotensi bahaya pada jantung untuk orang-orang yang memiliki

Makanan yang Baik dan yang Buruk Untuk Kesehatan Gigi


 

Makanan yang Baik dan yang Buruk Untuk Kesehatan Gigi


Makanan yang Baik Bagi Kesehatan Gigi
  • Susu dan telur. Susu dan kuning telur adalah sumber terbaik dari kalsium dan vitamin D. Tubuh Anda membutuhkan dosis tertentu vitamin D untuk menyerap kalsium, yang pada akhirnya akan bermanfaat untuk menguatkan tulang dan gigi.

  • Keju dan yoghurt. Makanan yang kaya akan kalsium dan fosfor dapat melindungi enamel gigi dan mengganti mineral dalam gigi. Keju rendah lemak dan plain yoghurt rendah lemak merupakan makanan sumber kalsium yang bisa Anda jadikan pilihan enak untuk menjaga kesehatan gigi Anda. Apalagi yoghurt juga kaya akan kasein, protein susu yang berperan membantu terbentuknya enamel gigi.

  • Daging, ikan, dan tahu. Ketiga makanan ini kaya akan kandungan fosfor, mineral penting lain yang berperan menjaga enamel gigi.

  • Brokoli, Bok Choy, dan Sayuran Hijau Lainnya. Anda vegetarian dan menghindari konsumsi daging dan sejenisnya? Tenang. Anda tetap bisa mendapatkan mineral penting untuk menjaga kesehatan gigi dengan mengonsumsi brokoli, bok choy, dan makanan berdaun hijau lainnya.

  • Seledri, Wortel, dan Sayuran Renyah Lainnya. Sama halnya dengan bagian tubuh lainnya, gigi juga membutuhkan latihan agar tetap kuat dan tajam. Makanan-makanan yang renyah dan padat serta mengandung banyak air (yang butuh banyak kunyahan) sangat bagus untuk kesehatan gigi dan mulut sebab makanan-makanan ini dapat menstimulasi aliran air liur dan dapat membersihkan permukaan gigi Anda, membuatnya tampak lebih putih.

  • Apel. One apple a day keeps your doctor away. Pepatah ini sangat benar adanya. Sebab, sangat banyak manfaat yang diberikan apel untuk kesehatan Anda, termasuk kesehatan gigi.  Apel dan makanan tinggi serat lainnya bermanfaat untuk mengusir pergi plak yang menempel pada gigi Anda.
Makanan yang Buruk Bagi Kesehatan Gigi
  • Jeruk, Lemon, dan Anggur. Bukan sesuatu yang mengejutkan jika buah-buahan sumber vitamin C ini kaya akan asam sitrat yang merupakan penyebab nomor 1 terjadinya erosi pada enamel gigi serta kerusakan pada gigi.

  • Acar. Apa yang terjadi ketika Anda mencampurkan sayur-sayuran dengan cuka? Jika Anda menebak acar merupakan mimpi buruk bagi kesehatan gigi, you're right. Acar memang sangat lezat untuk dijadikan condiment bagi makanan-makanan tertentu seperti nasi goreng, pangsit dan lain-lain. Sayangnya, perpaduan antara asam cuka dan gula merupakan resep sempurna yang menimbulkan erosi pada enamel gigi.

  • Kopi. Bukan hal yang mengejutkan bahwa minuman yang menjadi adiktif bagi sebagian besar orang ini merupakan salah satu penyebab terjadinya masalah pada gigi. Selain meninggalkan bekas pada gigi dan membuat gigi menjadi kuning, asam tannic yang terkandung dalam kopi (dan beberapa jenis teh) juga menjadi penyebab rusaknya lapisan enamel gigi.

  • Permen. Sebagian besar ibu tidak mengijinkan buah hati mereka mengonsumsi permen dalam jumlah yang banyak dan frekuensi yang terlalu sering karena tidak ingin gigi buah hati mereka rusak. They are right. Mengonsumsi terlalu banyak gula yang terkandung permen dapat menyebabkan kerusakan pada gigi seperti gigi berlubang.

8 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan mulut


 

Cara menjaga kesehatan gigi dan mulut

Menjaga kesehatan gigi dan gusi harus dilakukan setiap hari. Kondisi ini membuat orang jadi malas melakukannya. Padahal merawat mulut dan organ di dalamnya tidaklah susah. Cukup lakukan beberapa hal di bawah ini

1.     Gosok gigi secara rutin

Cara menjaga kesehatan gigi dan gusi yang sederhana adalah menggosoknya secara rutin.
Anda harus menggosok gigi secara rutin setiap hari setidaknya 2 kali. Saat menggosok gigi Anda juga harus melakukannya dengan benar agar semua bagian gigi bisa dibersihkan.
Meski membersihkan gigi bisa dilakukan setiap hari, Anda tidak disarankan melakukannya secara terus-menerus dan terlalu kuat. Bagian gigi dan gusi memiliki area yang sensitif dengan gesekan. Kalau Anda melakukannya terlalu kuat. Yang terjadi pada mulut adalah luka yang besar dan juga perdarahan.

2.     Lakukan pembersihan sela gigi

Mungkin kita telah rutin menggosok gigi setiap harinya, namun sisa makanan seperti sayuran atau daging yang berada di sela gigi akan susah dibersihkan. Dampaknya makanan itu akan membusuk di gigi dan menyebabkan gangguan yang cukup besar seperti pengeroposan hingga berlubang.
Belilah dental floss atau tali tipis yang digunakan untuk membersihkan sela-sela gigi. Setelah Anda menyikat gigi dengan bersih, berdirilah di depan cermin untuk melihat kondisi gigi terkini. Kalau terdapat kotoran di sela gigi, segera gunakan dental floss untuk mengangkatnya.

3.     Gunakan fluoride

Kalau ingin membersihkan gigi disarankan menggunakan fluoride.
Mengapa harus dengan bahan aktif ini? Perlu diketahui bahwa fluoride bisa melindungi permukaan gigi dari serangan bakteri dan pengeroposan. Itulah kenapa pasta gigi yang sering kita gunakan selalu mengandung fluoride dengan dosis yang direkomendasikan.
Meski fluoride bermanfaat untuk tubuh, Anda disarankan untuk tidak terlalu sering menggunakan pasta gigi, apalagi sampai berlebihan. Kalau mulut sampai kelebihan fluoride, Anda akan merasakan sabun di dalamnya. Kondisi ini akan terus terjadi dan membuat Anda tidak nyaman.

4.     Jangan merokok lagi

Kalau ingin sehat dan tidak mengalami gangguan pada gigi, berhentilah merokok. Jangan melakukan aktivitas ini karena rokok akan membuat area mulut jadi panas dan banyak sekali radikal bebas yang ikut masuk. Selain itu, rokok juga mengubah warna gigi jadi kuning atau agak kehitaman.

5.     Kunjungi dokter gigi secara rutin

Tidak semua masalah gigi bisa diatasi dengan menggosok gigi atau menggunakan dental floss.
Masalah yang terlanjur muncul seperti ada pengaturan atau flek harus dibersihkan dengan cara datang ke dokter. Anda tidak bisa membersihkannya sendiri karena terbentur masalah alat dan juga tidak mungkin melihat isi mulut.
Setiap beberapa bulan sekali atau saat Anda merasa ada masalah pada mulut, segera datang ke dokter gigi. Cari tahu apa yang terjadi dan segera atasi kalau gangguan muncul.

6.     Gunakan cairan kumur sesekali

Setelah berkumur dan menggunakan dental floss, Anda bisa menggunakan cairan kumur untuk membersihkan kotoran di dalam mulut.
Kalau Anda merasa perlu menggunakan cairan kumur, gunakan. Kalau tidak membutuhkannya, cara ini hanya opsional saja. Perlu menjadi perhatian juga bahwa cairan kumur tidak direkomendasikan untuk digunakan secara terus-menerus.

7.     Batasi makanan manis dan panas

Membatasi konsumsi makanan yang terlalu manis bisa menjadi salah satu cara merawat gigi dan gusi dengan mudah.
Makanan yang manis akan membuat gigi menjadi lebih asam dan memudahkan terjadi pengeroposan dan muncul bakteri yang merugikan. Hal ini akan semakin mengganggu kalau Anda memiliki gigi berlubang yang cukup banyak.
Setelah mengonsumsi makanan yang manis, segera berkumur atau menggosok gigi. Dengan melakukannya kondisi alami mulut akan kembali lagi. Anak-anak yang cenderung menyukai makanan manis juga disarankan untuk sering membersihkan mulutnya agar tidak mudah keropos akibat sering makan permen.
Makan yang panas juga harus dikurangi. Makanan yang panas akan membuat gigi menjadi sensitif dan juga rusak. Kalau Anda ingin mengonsumsi makanan, ada baiknya yang tidak terlalu panas. Diamkan beberapa saat dahulu agar menjadi hangat baru dimakan.

8.     Perbanyak minum air putih

Manfaat air putih untuk kesehatan gigi dan gusi memang tidak didapatkan secara langsung.
Ketika rutin mengonsumsi air putih setelah makan akan membuat kotoran di mulut atau sisa makanan yang ada di dalamnya ikut masuk ke dalam tubuh. Kalau Anda ingin kotoran dikeluarkan, gunakan air bersih untuk berkumur.
Air putih juga tidak menyebabkan gangguan pada gigi karena tidak mengandung elemen yang bisa merusak elemen di gigi. Berbeda kalau Anda mengonsumsi minuman yang terlalu manis. Kemungkinan terjadi gangguan seperti pengeroposan akan semakin tinggi. Jadi, sebisa mungkin selalu membawa air putih ke mana-mana.

Penyebab Karang Gigi


 

 

Dampak Buruk Kemunculan Karang Gigi

Karang gigi yang menumpuk dapat membuat aktivitas menyikat gigi dan membersihkan gigi menjadi kurang efektif. Karang gigi yang berkembang di atas dan di bawah garis gusi ini dapat menyebabkan masalah serius. Pasalnya, bakteri pada plak gigi akan turut mengiritasi dan merusak gigi dan gusi. Seiring waktu, peradangan ini bisa menyebabkan penyakit gusi progresif, yang bisa berakibat serius jika tidak diobati. Bentuk paling ringan dari penyakit gusi disebut gingivitis. Ini adalah tahap awal peradangan gusi yang disebabkan oleh adanya plak dan karang gigi.
Karang gigi yang tidak lekas dibersihkan dan radang gusi yang tidak lekas diobati dapat berkembang menjadi bentuk penyakit gusi yang lebih serius, seperti periodontitis. Periodontitis adalah kondisi di mana terbentuknya kantung di antara gusi dan gigi karena proses infeksi. Kantung itu terinfeksi oleh bakteri di bawah gusi. Hal ini dapat merusak tulang dan jaringan lain yang menahan gigi pada tempatnya. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan tanggalnya gigi dan degradasi tulang. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa bakteri pada penyakit gusi dapat menyebabkan penyakit jantung dan kondisi lainnya.

Cara Terbaik Mencegah Efek Serius Penyebab Karang Gigi

Meskipun plak gigi terjadi secara alami, Anda bisa mengendalikan penumpukan plak yang menjadi penyebab karang gigi. Ada beberapa tips dan teknik yang bisa membantu mengendalikan penumpukan karang gigi. Berikut ini beberapa cara untuk mencegah terbentuknya karang gigi, yaitu:
  • Menyikat gigi secara teratur dua kali sehari selama minimal dua menit dengan teknik yang benar. Gunakan sikat dengan bulu lembut yang cukup kecil untuk menjangkau semua area di sela-sela gigi dan mulut Anda. Pastikan juga permukaan belakang gigi dan geraham Anda terjangkau saat menyikat gigi.
  • Sikat gigi elektronik mungkin lebih efektif daripada sikat gigi manual untuk menghilangkan plak. Terlepas dari jenis sikat gigi yang Anda gunakan, pastikan produk sikat gigi yang digunakan telah mendapat persetujuan dari para dokter gigi, dan telah melewati pengujian kualitas dan uji keamanan yang ketat.
  • Pilih pasta gigi dengan fluoride yang dapat mengendalikan karang gigi. Pasta gigi yang mengandung pirofosfat dapat membantu mencegah plak yang mengeras menjadi karang gigi. Selain itu, fluoride akan membantu memperbaiki kerusakan pada enamel yang mungkin telah terjadi. Beberapa formula juga mengandung triclosan (antibiotik yang melawan bakteri dalam plak).
  • Benang gigi. Tidak peduli seberapa rajin Anda menyikat gigi, hanya penggunaan benang gigi setiap hari yang bisa menghilangkan plak gigi dan mencegah pembentukan karang gigi di daerah yang sulit dijangkau. Lakukan pembersihkan gigi menggunakan benang gigi dengan benar agar tidak melukai gusi Anda.
  • Obat kumur. Gunakan obat kumur antiseptik setiap hari untuk membantu membunuh bakteri penyebab plak.
  • Perhatikan makanan Anda. Bakteri di mulut Anda berkembang karena mengonsumsi makanan  yang mengandung gula dan tepung atau karbohidrat. Saat mengonsumsi makanan tersebut, bakteri akan melepaskan asam yang dapat merusak gigi dan menjadi penyebab karang gigi terbentuk. Usahakan makan makanan yang sehat dan batasi jumlah asupan makanan yang mengandung gula seperti permen atau cokelat. Sadarilah bahwa setiap kali Anda makan, Anda juga memberi makan bakteri di mulut Anda.  Selain itu, hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa menjadi penyebab munculnya karang gigi seperti roti, keripik kentang, buah kering, buah-buahan jenis jeruk, minuman es, minuman beralkohol dan soda.
  • Minum banyak air selama dan setelah makan juga dapat membantu meminimalkan pembentukan plak.
  • Hindari merokok. Orang yang merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya cenderung memiliki karang gigi di bawah gusi mereka.
Tingkat kalkulus atau karang gigi dan lokasi pembentukannya sangat dipengaruhi oleh kebiasaan membersihkan gigi dan mulut, akses terhadap perawatan gigi profesional atau dokter gigi, menu makanan, usia, asal etnis, waktu pembersihan gigi, penyakit sistemik, dan penggunaan obat-obatan.  Penumpukan plak yang tidak dibersihkan dengan baik ditambah dengan perawatan gigi dan mulut yang buruk juga sangat berisiko menyebabkan gigi rusak, gigi tanggal, bau mulut, dan perubahan warna gigi.
Begitu karang gigi sudah terbentuk, penting untuk disadari jika hanya dokter gigi yang bisa menghilangkannya. Pastikan Anda mengunjungi dokter gigi secara teratur, setidaknya enam bulan sekali untuk membersihkan karang gigi dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Dokter gigi juga bisa membantu mendiagnosis penyebab karang gigi yang Anda alami.
Terakhir diperbarui: 19 Agustus 2018